Jenis dan Pengertian Integrasi Nasional

Pengertian Integrasi Nasional

Masalah integrasi nasional mempunyai peranan penting dalam memelihara pelestarian, kebesaran dan keutuhan suatu negara. Untuk itu, pada bagian ini akan dibahas masalah integrasi nasional Hendro Puspito (1989: 375) menyatakan, “Integrasi berasal dari kata latin integrare yang artinya memberi tempat dalam suatu keseluruhan. Dari kata kerja tersebut dibentuk kata sifat integer yang artinya utuh. Jadi integrasi membuat unsur-unsur tertentu menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh”.

integrasi nasional

Menurut Sulchan Yasin (1997: 225) “Integrasi nasional diartikan sebagai proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya, baik yang ada dalam bidang sosial, politik, ekonomi maupun budaya”.

Menurut Coleman dan Rosberg dalam Budisantoso Suryosumarto (2001: 26).”Proses pemersatuan bangsa disuatu negara terdiri atas dua dimensi, yaitu vertikal (elite-massa) dan horizontal (teritorial)”. Integrasi vertikal ini mencakup masalah-masalah yang ada dalam bidang vertikal dan bertujuan untuk menjembadani celah perbedaan yang mungkin ada antara kaum elite dan massa dalam rangka pembangunan suatu proses politik dan masyarakat politik yang berpartisipasi politik, sedangkan yang dimaksud dengan integrasi teritorial adalah integrasi dalam bidang horizontal dengan tujuan unutk mengurangi diskontinuitas dan ketergantungan kultur kedaerahan dalam rangka proses penciptaan suatu masyarakat politik yang homogen.

Hendro Puspito (1989: 379) menyatakan bahwa secara esensial integrasi nasional mengandung dua unsur, yaitu Unsur-unsur sosiologis dan psikologis sosial. Unsur-unsur sosiologis meliputi:

  1. sejumlah kelompok etnis dan kelompok kepentingan yang berlainan, yang bertempat tinggal di daerah-daerah yang relatif berdekatan,
  2. sejumlah satuan budaya yang beraneka ragam,
  3. kesamaan dalam heteroginitas yang terjadi karena faktor pengalaman yang historis, geografis, flora dan fauna terutama pengalaman senasib misalnya penjajahan yang dialami bersama pada masa lampau.

Unsur-unsur psikologi sosial meliputi:

  1. kerangka (struktur) penempatan nilai-nilai sosial budaya secara garis besar, sehingga kebutuhan kultural oleh semua pihak diharapkan terpenuhi sebaik-baiknya,
  2. pembagian hak dan kewajiban secara garis besar dalam sistem peraturan umum kesatuan baru tersebut, sehingga semua pihak dapat mengetahui dengan jelas batas-batas kompetensi masing-masing,
  3. konsensus tentang kesempatan untuk ikut ambil bagian secara de yure dan de facto dalam kegiatan masyarakat besar yang dibangun bersama,
  4. dalam masyarakat hasil integrasi yang terdiri dari suku-suku (ras) dan warna kulit yang berbeda, perlu konsensus yang mengatur pemberian hak yang sama kepada semua suku untuk berperan serta dalam kegiatan umum non pemerintahan. Diskriminasi warna kulit akan mempersulit proses integrasinya ke beberapa suku bangsa yang ada.

Dengan demikian integrasi nasional adalah proses mempersatukan masyarakat antara kelompok-kelompok mayoritas untuk hidup bersama secara harmonis, dengan menganggap bahwa dirinya sebagai satu kesatuan. Suatu bangsa yang telah terintegrasi bukanlah berarti bahwa bangsa tersebut tidak lagi terdiri atas beberapa suku bangsa, melainkan menghilangkan perasaan yang lebih di antara kelompok masyarakat, sehingga tidak ada lagi kelompok yang merasa lebih utama dan lebih penting dari kelompok lain.

Jenis-jenis Integrasi Nasional

Integrasi nasional dapat dicapai apabila persatuan dan kesatuan bangsa tetap terpelihara. Untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, maka perlu mempertahankan : integrasi bangsa, integrasi wilayah, integrasi nilai, integrasi elite dengan khalayak dan perilaku integrasi. Kelima jenis integrasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Integrasi Bangsa

Yang dimaksud dengan integrasi bangsa ialah proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya kedalam satu kesatuan wilayah dengan satu identitas nasional. Apabila masyarakat itu berupa masyarakat yang majemuk yang terdiri dari berbagai agama, ras, suku dan sosial budaya, maka integrasi bangsa berarti penggabungan unsur-unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh.

Integrasi wilayah

Menurut Soehino (1980: 71) pengertian dari integrasi wilayah adalah “Pembentukan kewenangan nasional pusat terhadap wilayah atau daerah politik yang lebih kecil, yang terdiri atas satu atau lebih kelompok budaya. Mengenai integrasi wilayah diperlukan sekurang-kurangnya dua hal, yaitu; pertama, konsep laut dan udara; Kedua, aparat pemerintah dan sarana kekuasaan untuk menjadikan dan mempersatukan kelautan tersebut dari penetrasi luar”.

Hubungannya dengan negara indonesia, integrasi wilayah disini meliputi seluruh pulau dan seluruh propinsi yang masuk menjadi negara indonesia.

Integrasi Nilai

Adapun yang dimaksud dengan integrasi nilai adalah persetujuan bersama tentang tujuan dan prinsip dasar politik integrasi nilai merupakan penciptaan suatu sistem nilai yang berupa ideologi nasional yang dipandang ideal, baik dan adil dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam berbagai kelompok masyarakat. Integrasi nasional ini merupakan prosedur yang dapat diterima oleh semua kelompok masyarakat guna memecahkan masyarakat. Untuk negara indonesia ideologi nasional dalam pencerminan integrasi nilai adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 ini dapat menjadikan wadah dari kemajemukan rakyat indonesia.

Agar integrasi nilai dapat terpelihara diperlukan proses meyakinkan berbagai kelompok masyarakat untuk menerima Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945 sebagai sistem nilai bersama. Dalam proses pemasyarakatan sistem nilai tersebut pada masa orde baru dibuatkan suatu pedoman yang dinamakan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4).

Integrasi Elite dengan Massa.

Integrasi elite dengan masa ini merupakan upaya untuk menghubungkan antara golongan elite yang memerintah dengan rakyat yang diperintah, tetapi bentuk dan cara pelaksanaan kewenangan harus mendapat persetujuan dengan rakyat.

Perilaku Integrasi

Yang dimaksud dengan perilaku integrasi ialah kesediaan warga masyarakat untuk bekerja sama dalam suatu organisasi besar dan perilaku yang sesuai dengan cara yang dapat membantu pencapaian beberapa tujuan organisasi.

Kesediaan warga masyarakat untuk bekerja sama dengan terorganisasi demi mencapai tujuan bersama, merupakan pola tingkah laku yang sangat esensial bagi masyarakat yang kompleks. Untuk itu setiap warga masyarakat dituntut untuk bersedia menerima dan melaksanakan secara ikhlas semua hasil kesepakatan guna mencapai tujuan organisasi yaitu Negara.

Berdasarkan pembahasan mengenai sikap dan integrasi nasional di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sikap adalah kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu obyek. Sikap perlu dinampakkan dalam bentuk perilaku, baik lisan maupun perbuatan. Adapun hal yang perlu disikapi dalam penelitian ini adalah integrasi nasional.

Jadi sikap integrasi nasional adalah kecenderungan untuk bertindak dengan lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta bangga berbangsa dan bertanah air indonesia.

Author Profile

T Nurandhari
T Nurandhari
Penulis adalah seorang penulis artikel pendidikan, ekonomi, keuangan, kesehatan, seni dan seputar teknologi internet, web dan juga pemerhati pendidikan di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *